Bismillahirrahmaanirrahiim, ini adalah kisah hidupku mencari kebenaran, perjalanan menuju hidayah, menjemput keterangan nyata dari Yang Maha Kuasa. Aku adalah seorang yang terlahir dari keluarga islam yang diturunkan secara turun temurun. hal itu juga yang aku pahami sebagai kebenaran selama beberpa tahun. Orangtuaku-lah yang mengenalkan aku pada islam, mengajari aku membaca Alqur'an, membimbingku melakukan sholat, shaum, mereka juga yang menyuruhku membayar zakat-walau uang yang dikeluarkan dari kantong mereka- yang biasa disebut zakat fitrah.
Ketika perjalanan study-ku sampai pada strata SMP aku mulai mengikuti kajian tentang islam. Belajar islam dari guru agama islam. "ini sih sama saja dengan yang aku terima dari orang tu, SD dan lingkunganku" itulah ungkapku dalam hati, ungkapan tanda ketidakpuasan atas penjelasan yang diberikan.
Islam adalah keyakinan yang mencakup seluruh sendi kehidupan, namun yang aku lihat hanyalah figur-figur yang 'nampak' islam. Menjalankan sholat, shaum, zakat. Tidak berzina, minum Khamr, berjudi. itulah islam yang aku pahami waktu itu. Sehingga jika telah melakukannya akan ada jaminan surga.
Menjejaki kelas 3, aku mengikuti kegiatan rohis. Waktu itu aku bersama beberapa temanku adalah orang yang 'rajin' kumpul bareng. Makan siang bareng, pulang sekolahpun bareng. Kami adalah kelompok remaja yang kumpulnya bukan untuk merokok, 'malak', apalagi mencuri. Kami sering pulang lebih siang dari teman-teman yang lain karena menunggu waktu solat.
| |
|